Freshly Pressed: Four Friday Faves

0

The WordPress.com Blog

No more of this “waiting until the end of the month” nonsense to see what was hot on Freshly Pressed! To keep our Freshly Pressed editors’ picks, um, fresh, we’ll highlight a few of our (and your) favorite posts here every Friday.

If One More Woman Complains About the Size of Her Body . . .

Caitlin Kelly’s post on Broadside hit a nerve with hundreds of you.

Whining about weight teaches the girls in our lives, who look to us their role models, that this is just what women do, that focusing miserably and endlessly on our individual body size and shape is our most pressing issue as women — instead of political and economic issues that affect us all, size 00s to 24s,  like paid maternity leave or better domestic violence protection or access to birth control and abortion.

Caitlin’s post racked up the Likes, but also spawned…

View original post 494 more words

Advertisements

teori belajar

0

Teori Belajar Pavlov

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori belajar menurut Pavlov adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu:

ü  Mementingkan pengaruh lingkungan

ü  Mementingkan bagian-bagian

ü  Mementingkan peranan reaksi

ü  Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon

ü  Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya

ü  Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan

ü  Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan.

Aplikasi dalam pembelajaran :

Ketika guru memberikan pertanyaan lisan kepada siswa, maka siswa diminta menjawab dengan tertib (mengcungkan tangan baru menjawab). Jika siswa menjawab tanpa mengacungkan tangan maka guru tidak akan memberikan respon kepada jawabn siswa sekalipun jawaban sudah tepat. Tapi jika siswa menjawab dengan mengacungkan tangan maka guru akan memberikan respon baik pada jawaban siswa sekalipun jawaban kurang tepat. Dengan demikian siswa akan terbiasa utnutk tertib dalam menjawab pertanyaan guru.

Teori Behaviorisme

Behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perbahan perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan.

Ciri dari teori ini adalah

ü  mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil,

ü  bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan,

ü  mementingkan pembentukan reaksi atau respon,

ü  menekankan pentingnya latihan,

ü  mementingkan mekanisme hasil belajar,

ü  mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan.

Aplikasi dalam pembelajaran:

pada awal tatap muka antara guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru menunjukkan sikap yang ramah dan memberi pujian terhadap murid-muridnya, sehingga para murid merasa terkesan dengan sikap yang ditunjukkan gurunya.

Teoro Piaget

Jean Piaget dikenal dengan teori perkembangan intelektual yg menyeluruh, yg mencerminkan adanya kekuatan antara fungsi biologi & psikologis ( perkembangan jiwa).

Piaget menerangkan inteligensi itu sendiri sebagai adaptasi biologi terhadap lingkungan. Contoh : manusia tidak mempunyai mantel berbulu lembut untuk melindunginya dari dingin; manusia tidak mempunyai kecepatan untuk lari dari hewan pemangsa; manusia juga tidak mempunyai keahlian dalam memanjat pohon. Tapi manusia memiliki kepandaian untuk memproduksi pakaian & kendaraan untuk transportasi. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia:

ü  Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)

ü  Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)

ü  Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)

ü  Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)

 

Aplikasi dalam pembelajaran

Menurut piaget siswa SD berada dalam tahap konkrit, sehingga ketika guru memberikan pendalaman materi pada siswa, guru harus memberikan contoh konkrit (berkaitan dengan pengalaman siswa yang pernah dialami) yang berkaitan dengan materi agar siswa mudah untuk memahami.

Teori Sosial Bandura

Menurut Bandura proses mengamati dan meniru perilaku dan sikap orang lain sebagai model merupakan tindakan belajar. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, perilaku dan pengaruh lingkungan.Kondisi lingkungan sekitar individu sangat berpengaruh pada pola belajar social jenis ini.Contohnya, seseorang yang hidupnya dan dibesarkan di dalam lingkungan judi, maka dia cenderung untuk memilih bermain judi, atau sebaliknya menganggap bahwa judi itu adalah tidak baik. Eksperimen Pemodelan Bandura :

Kelompok A = Disuruh memperhatikan sekumpulan orang dewasa memukul, menumbuk, menendang, dan menjerit kearah patung besar Bobo.

Hasil = Meniru apa yang dilakukan orng dewasa malahan lebih agresif

Kelompok B = Disuruh memperhatikan sekumpulan orang dewasa bermesra dengan patung besar Bobo

Hasil = Tidak menunjukkan tingkah laku yang agresif seperti kelompok A

Rumusan :

Tingkah laku anak – anak dipelajari melalui peniruan / permodelan adalah hasil dari penguatan.

 

Aplikasi dalam pembelajaran:

Guru menunjukkan sikap yang baik di depan siswa, misal selalu disiplin ketika memulai dan mengakhiri pelajaran, selain itu guru juga harus sering mengucapkan kalimat yang baik. Dengan begitu siswa akan menirukan prilaku guru, bahkan lebih baik dari guru.

Teori Thondike

Menurut Thorndike (1911), salah seorang pendiri aliran tingkah laku, belajar adalah proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respons ( yang juga bisa berupa pikiran, perasaan, atau gerakan). Jelasnya, menurut Thorndike, perubahan tingkah laku boleh berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati), atau yang nonkonkret (tidak bias diamati).

Menurut teori trial and error (mencoba-coba dan gagal) ini, setiap organisme jika dihadapkan dengan situasi baru akan melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya coba-coba secara membabi buta. Jika dalam usaha mencoba itu kemudian secara kebetulan ada perbuatan yang dianggap memenuhi tuntutan situasi, maka perbuatan yang cocok itu kemudian “dipegangnya”. Karena latihan yang terus menerus maka waktu yang dipergunakan untuk melakukan perbuatan yang cocok itu makin lama makin efisien. Jadi, proses belajar menurut Thorndike melalui proses:

1). Trial and error (mencoba-coba dan mengalami kegagalan), dan

2). Law of effect, yang berarti bahwa segala tingkah laku yang berakibatkan suatu keadaan yang memuaskan (cocok dengan tuntutan situasi) akan diingat dan dipelajari dengan sebaik-baknya.

Aplikasi dalam pembelajaran:

Ketika siswa belajar menulis, guru tidak perlu menunjukkan cara memegang pensil yang benar. Jadi guru membiarkan siswanya mencari cara memegang pensil yang benar agar nyaman saat menulis.

rpp ips sd

0

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Sekolah                         :   SD Muhamadiya Sidoarjo

Mata Pelajaran            :   Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kelas/Semester            :   IV/I

Alokasi Waktu             :   2 x 35 menit

 

I.    Standar Kompetensi

1.   Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan  kabupaten/kota dan provinsi

II.  Kompetensi Dasar

1.4  Menghargai keragaman suku bangsa dan budaya setempat (kabupaten/kota, provinsi)

III.  Tujuan Pembelajaran.

¨     Siswa dapat Menghargai keragaman suku bangsa dan budaya

v Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian (respect ), Tekun ( diligence ) , Jujur ( fairnes )  dan  Ketelitian ( carefulness)

IV.  Materi Pokok

Keanekaragaman suku bangsa dan budaya

 

V.  Kegiatan Pembelajaran

  • Kegiatan awal

ü  Guru mengucap salam.

ü  Guru mengajak siswa berdo’a sebelum pelajaran dimulai.

ü  Guru melakukan absensi.

ü  Tanya jawab tentang keragaman adat istiadat dan budaya yang ada di Iingkungan siswa.

  • Kegiatan inti

Eksplorasi

ü  Guru bersama siswa menyebutkan macam-macam suku bangsa dan budaya setempat.

ü  Guru bersama siswa membandingkan bentuk-bentuk keragaman suku bangsa dan budaya setempat.

ü  Guru menjealskan penyebab keragaman suku bangsa dan budaya.

ü  Guru memberi penjelasan pentingnya menjaga persatuan dalam keragaman.

Elaborasi

ü  Guru membagi kelas dalam kelompok besar.

ü  Guru membagikan beberapa gambar rahasia untuk setiap kelompok.

ü  Guru meminta setiap kelompok untuk mendiskripsikan gambar yang telah mereka terima.

ü  Perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk membacakan hasil diskrpsi yang mereka buat, kemudian kelompok lain menebak.

ü  Kelompok yang dapat menebak paling banyak mendapat hadiah dari guru.

Konfirmasi

ü  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

ü  Guru bersama siswa bertanya jawab guna meluruskan kesalahpahaman pada siswa.

 

  • Kegiatan penutup.

ü  Memberi kesimpulan pada materi sekaligus menyarankan pada siswa untuk menghargai keragaman suku bangsa.

ü  Guru memberi tugas rumah untuk mengerjakan LKS.

 

  1. VI.   Alat dan Bahan

¨     Alat peraga           : Gambar tentang keragaman budaya (gamabar rahasia)

¨     Sumber                 : Buku IPS kelas IV dan buku IPS lain yang relevan.

  1. VII.         Penilaian

Indikator Pencapaian

Kompetensi

Teknik Penilaian

Bentuk Instrumen

Instrumen/ Soal

§  Menyebutkan macam-macam suku bangsa dan budaya di lingkungan setempat.

§  Menjelaskan bentuk keragaman bangsa Indonesia

§  Menjelaskan pentingnya menjaga persatuan dalam keragaman.

§  Bersikap menghargai keragaman suku bangsa dan budaya dalam masyarakat.

Tertulis

 

 

Tertulis

Tertulis

Tertulis

Jawab Singkat

Uraian

Uraian

Uraian

Jawa Timur terkenal dengan tarian…

 

 

Apa yang menyebabkan terjadinya keragaman di Indonesia?

Mengapa Bhienneka tunggal ika dipilih sebagai simol negara Indonesia?

Tulislah sebuah cerita tentang kerukunanmasyarakat di daerahmu meskipun berasal dari berbagai suku bangsa dan budaya !

 

 

Format Kriteria Penilaian

v Produk

No.

Aspek

Kriteria

Skor

1.

Konsep * semua benar

* sebagian besar benar

* sebagian kecil benar

* semua salah

4

3

2

1

 

v Performansi

No.

Aspek

Kriteria

Skor

1.

 

 

 

2.

Pengetahuan

 

 

 

Sikap

* Pengetahuan

* kadang-kadang Pengetahuan

* tidak Pengetahuan

 

* Sikap

* kadang-kadang Sikap

* tidak Sikap

4

2

1

 

4

2

1

 

 

 

Lembar Penilaian

No

Nama Siswa

Performan

Produk

Jumlah Skor

Nilai

Pengetahuan

Sikap

1.

2.

3.

4.

5,

6.

7.

8.

9.

10.

           

CATATAN :

  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.

Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial

 

…………, ………………….20 …

        Mengetahui                                                                               

        Kepala Sekolah                                                      Guru Mapel IPS

 

…………………………….                                                      …………………………….

NIP :                                                                     NIP :